Tampilkan postingan dengan label Kegiatan petani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan petani. Tampilkan semua postingan


Panen raya yang dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral Agustadi Sasongko beserta rombongan akan menghadiri pesta panen raya padi hibrida Bernas Prima di areal persawahan Lebung Larangan, Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Lampung Selatan.

Selain itu, hadir juga Dirjen Tanaman Pangan Sutarto Ali Muso, Gubernur Lampung Syamsurya Ryacudu, Pangdam II Sriwijaya Mayor Jendral TNI M. Sochib, dandim se-Provinsi Lampung, serta Bupati Lampung Selatan Wendy Melfa.

Pesta panen raya tersebut, kerja sama antara Kodim 0421/LS, PT SAS, dan Dinas Pertanian Lampung Selatan, di areal persawahan seluas 10 hektare milik Kelompok Tani Karya Sentosa II dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Mandiri desa Suka Raja Kecamatan Palas, Lam-Sel.
Kemitraan antara PT SAS, TNI AD (KODIM 0421 ), GAPOKTAN TANI MANDIRI
Ini dimulai pada sejak Desember tahun lalu luas Areal pertanaman 10 Ha dengan petani pelaksananya sebanyak 13 orang petani.

Peserta Kemitraan tersebut meliputi:

1. PT SAS selaku produsen Benih Padi Hibrida (Bernas Prima) menyediakan benih hibrida
2. TNI AD (KODIM 0421) Menanggung semua kebutuhan (benih, sarana produksi, dan pasca panen)
3. kelompok tani Karya Sentosa II dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Mandiri desa Suka Raja Kecamatan Palas, sebagai petani pelaksana.

MoU dan kesepakatan yang dibuat yaitu petani sebagai pelaksana menanam padi hibrida yang diproduksi oleh PT. SAS, dan selaku penyedia lahan. Semua biaya dan kegiatan pertanaman ditanggung sepenuhnya oleh KODIM 0421 GARUDA HITAM, yang pada waktu setelah panen baru dikembalikan oleh petani. ini adalah salah satu bentuk/wujud bhakti masyarakat yang menjadi komitmen TNI AD. Adapun untuk hasil panen, PT. SAS sanggup menampung semua hasil panen dari para petani peserta kemitraan. sebagai pendamping, Petugas Penyuluh Lapang (PPL) yang bernaung di bawah BPP palas bersama-sama dengan petuga Pengamat Organisme Penggangu Tanaman (POPT) kecamatan Palas, selalu memonitoring kegiatan tanam petani mulai dari olah tanah sampai dengan panen.

Dalam sambutannya KASAD menyampaikan dalam menghadapi situasi ekonomi yang tidak menguntungkan saat ini, Angkatan Darat akan senantiasa berupaya mendorong dan menggugah semangat seluruh lapisan masyarakat, agar memanfaatkan lahan yang tidak produktif untuk diolah dan ditanami komoditi tanaman pangan, sehingga masyarakat mampu mencukupi kebutuhannya sendiri di bidang pangan.


“Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia mengamanatkan bahwa salah satu tugas Angkatan Darat adalah pemberdayaan wilayah pertahanan di darat”, tegas Kasad. Pemberdayaan wilayah pertahanan di darat ini bertujuan antara lain, untuk memberdayakan potensi logistik wilayah menjadi kekuatan logistik wilayah untuk mendukung tugas-tugas pertahanan di darat, melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat, dengan menggunakan Bhakti TNI sebagai metodenya, ujar Kasad.

Kasad menambahkan, “Selain Pembinaan Perlawanan Wilayah, dan Komunikasi Sosial. Kesemuanya itu dilakukan untuk membantu pemerintah dalam menyiapkan potensi wilayah menjadi kekuatan pertahanan, dengan sasaran terbentuknya ruang, alat dan kondisi juang dan terwujudnya Kemanunggalan TNI - Rakyat”.

Kasad menegaskan, sebagai prajurit yang berasal dari rakyat dan berjuang untuk rakyat sudah sepatutnyalah, merasakan denyut kehidupan rakyat. Angkatan Darat mengajak seluruh komponen bangsa untuk bekerjasama dengan landasan prinsip saling membantu, guna mewujudkan program ketahanan pangan yang diprioritaskan pada upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat yang mendesak khususnya dalam bidang pangan.

Dari kegiatan panen raya yang dilaksanakan, didapatkan hasil ubinan 12,16 Ton/Ha . "Ini lebih banyak dari biasanya yang hanya mencapai 7-8 Ton/Ha" Ujar ketua Kelompok Tani Karya Sentosa II, Lebung Larangan, Desa Sukaraja, Kecamatan Palas.

Tahun depan, direncanakan KODIM 0421 GARUDA HITAM, akan menjalin kerjasama serupa dengan lahan yang lebih luas dan tersebar di seluruh wilayah pertanian Kabupaten Lampung Selatan.

Semoga Kegiatan seperti ini bisa berlanjut, sehingga ada keselarasan antara petani, pemerintah, dan pihak-pihak yang dapat memberi kontribusi dan bantuan kepada petani.

Amin......

Kontributor : Erwinsyah, THLTBPP07


Dalam kesempatan acara silaturrahmi Ir. MS. Joko Umar Said, MM. beserta rombongan pengurus Perhiptani Lampung di desa Beringin Kencana yang sekaligus menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Gapoktan "Kencana Makmur" dengan pihak-pihak yang sudah diajak bermitra.

Dalam sambutannya Ir. MS. Joko Umar Said, MM. yang akrab disapa pak Joko, menyampaikan bahwa maksud dan tujuan diberikannya bantuan Badan Hukum untuk Gapoktan pada bulan Agustus 2008 lalu adalah supaya Gapoktan bisa mulai terjun ke usaha-usaha yang bersifat bisnis ataupun kerjasama-kerjasama dengan pihak swasta yang bisa memberi nilai tambah untuk Gapoktan.

Kedepan program pembangunan yang akan diterapkan oleh provinsi Lampung yaitu merespon apa-apa saja yang menjadi usulan dan program di bawah (petani). Perencanaan pembangunan pertanian akan mengacu pada usulan-usulan dari petani kepada Kelompok atau gapoktan yang dikoordinasikan dengan Kepala Desa sebagai pimpinan wiayah, yang diajukan dalam setiap Musrembang baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten, barulah pemprov akan membuat kebijakan yang mengacu pada usulan-usulan tersebut. Artinya program pemerintah Pusat yang tertuang dalam Program Revitalisasi Pertanian akan dilaksanakan dan salah satunya adalah butom up (dari bawah ke atas)
Oleh karenanya disarankan oleh Pak Joko, setiap usulan-usulan pembangunan yag diajukan oleh Gapoktan mohon untuk tidak dicoret, karena itu merupakan usulan yang benar-benar dari bawah.

Menyikapi tentang Gapoktan yang sudah membutuhkan fasilitas kantor, mungkin akan menjadi pemikiran pemerintah ke depan, akan tetapi tetap mengacu pada nilai ekonomis dan kebutuhan gapoktan tersebut.

Mengenai keberadaan THL-TBPP yang bertugas di desa-desa, ini merupakan wujud dari penjabaran amanah undang-undang, yaitu "satu desa satu penyuluh".
Terus untuk kesejahteraan, jika pada tahun lalu khusus untuk provinsi Lampung THL-TBPP selama 2 bulan melakukan "kerja bhakti" mohon dimaklumi, karena keterbatasan anggaran yang ada di provinsi. Untuk tahun anggaran 2010, sebisa mungkin pemerintah daerah akan memfikirkan untuk membayar honor THL-TBPP 2 bulan. Pak joko akan mengajak eksekutif dan legislatif baik provinsi maupun kabupaten, untuk bersama-sama mengusahakan kesejahtraan THL-TBPP mengingat laporan yang masuk kinerja dari THL-TBPP bagus.

Berdasarkan laporan, selama ini kinerja THL-TBPP termasuk bagus dan "lurus", dan pak joko berharap untuk tetap dipertahankan, dan dijaga.

"yang sudah lurus jangan di bengkok-bengkokkan, atau kalau mau mending sekalian di bengkokkan"

Sabtu 21 Maret 2009, Gapoktan "Kencana Mamkur" Desa Beringin Kencana Kecamatan Candipuro membuat catatan khusus yang mungkin bisa diartikan sebuah tantangan untuk penyuluhnya (Dwi Anshori), Pengurus Gapoktan (dipimpin oleh Youl Amrin) Kelompok Taninya (20 Kelompok Tani) dan para petani yang terhimpun dalam kelompok tani yang ada di desa beringin kencana.


Tidak berlebih jika penulis mengatakan "INI SEBUAH TANTANGAN", jika pada hari tersebut, di desa Beringin Kencana untuk pertama kalinya melakukan kerja sama dengan pihak swasta, dengan ditandatanganinya kerjasama yang tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU), yang disaksikan oleh Bp. Ir. MS. Joko Umar Said, MM. selaku Ketua Perhiptani Provinsi Lampung. Kerja sama tersebut merupakan kerjasama yang terfokus pada distribusi benih, dekomposer/PPC, saprotan, dan mengarah pada edukasi untuk petani.

Mengingat potensi lahan yang ada di beringin kencana, yang umumnya terdiri dari sawah tadah hujan dengan lokasi areal sawah rawa dan perladangan, maka kegiatan yang dilakukan yaitu penanaman padi untuk musim ke-I Rendeng (639Ha), dan pada musim ke-II gadu utuk penanaman padi 173 Ha, 143 Ha tanam Jagung, 5 Ha Sayuran, dan selebihnya tidak di manfaatkan (lahan tidur) karena kondisi lahan yang tidak memungkinkan untuk ditanami.

berdasar potensi diatas, maka Gapoktan "Kencana Makmur" memberanikan diri untuk menjalin kerja sama dengan pihak mitra yang terdiri dari:

1. Dealer PT. Monsanto (Toko Dedi Jaya) sebagai distributor benih Jagung.
poin-poin yang disetujui dalam MoU yaitu PT. Monsanto melalui dealer resminya akan memberikan jaminan terhadap benih yang didistribusikan, memberikan bantuan benih 5-10% dari total luas tanam, memberikan pendampingan mulai dari olah lahan sampai dengan panen, memberikan pengetahuan (edukasi) melalui Learning Center (LC) yang merupakan klinik/SL dan media penelitian untuk tanaman jagung.

2. PT. Pomal Tani Mandiri sebagai Distributor Dekomposer dan Pupuk Cair
poin-poin yang disetujui dalam MoU antara lain PT. Pomal Tani Mandiri akan memberikan jaminan terhadap produk yang didistribusikan melalui toko Saprotan, memberikan bantuan 5-10% dari total produk yang digunakan, pendampingan mulai dari olah lahan sampai dengan panen, memberikan pengetahuan (edukasi) melalui Learning Center (LC) yang merupakan klinik/SL dan media penelitian untuk tanaman jagung dan padi.

3. Toko Bintang selaku pengecer pupuk Urea Bersubsidi PT. PUSRI
4. Toko LGG sebagai penyedia Saprotan
Poin-poin yang disetujui antara lain Toko LGG akan memberikan harga khusus kepada kelompok yang anggotanya masuk dalam program kemitraan, memberikan keringanan kepada petani peserta program yaitu bayar tempo/bayar panen dengan jangka waktu 3 bulan.

Seperti yang dikatakan oleh Ketua Gapoktan, bp. Youl Amrin yang akrab dipanggil pak jul kemitraan ini merupakan langkah awal, kami punya potensi, dan kami tiap tahun melakukan kegiatan, jadi kenapa tidak kami mengajak teman-teman pengusaha untuk bermitra dengan kami (Gapoktan). Kami tidak ingin kami hanya sebagai objek, dan kami tidak menyerap ilmu-ilmu dan teknologi yang direkoomondasikan oleh distributor benih dan PPC.

Kami berani membuat MoU dengan pihak mitra karena selain didukung oleh petani yang tergabung dalam kelompok tani di desa Beringin yang semuanya berjumlah 20 Kelompok Tani, kami didukung juga oleh penyuluh yang mau berjuang supaya petani di Beringin Kencana bangkit.
Dan yang lebih penting lagi, Pak Kades kami (Sutanto) siap mendampingi dan sangat suport kepada semua kegiatan pertanian yang ada di Beringin Kencana.

Ditambahkan oleh Bp. Subagio yang menjadi sekretaris Gapoktan, sepertinya desa Beringin Kencana sudah kena penyakit SROKE. Karena sebagai desa induk yang sudah mekar beberapa tahun yang lewat, petaninya terkesan tidur keenakan jika di desa Sinar pasemah sudah ada Gapoktan "Tani Mandiri" yang selalu dikunjungi oleh Gapoktan -Gapoktan yang ada di Lampung Selatan bahkan termasuk Gapoktan yang ada di Lampung Timur yang sudah dianggap Gapoktan "contoh" untuk gapoktan lainnya, di Beringin Kencana gapoktannya baru "bangun"

Lanjutnya jika di desa Banyumas ada petani yang berprestasi (Bp. Amin Fadillah) yang tahun lalu menjadi Petani Terbaik di Kabupaten Lampung Selatan,
di Desa Beringin belum ada petani yang pernah mau ikut lomba, walaupun ada 3 Kelompok Tani yang mempunyai kelas MADYA. Dan jika para pejabat turun ke lapangan, "Desa Beringin itu disebelah mana?"
Oleh karenanya, maka mungkin ini saatnya "bangun"

"mohon maaf pak Joko jika kami dalam menyambut bapak kami hanya bisa menyuguhkan cemilan yang "katrok dan ndeso" karena hanya itu yang kami punya" ungkap ketua gapoktan dan pengurus yang lupa menyampaikan waktu memberi sambutan.

Semoga dengan kegitan hari kemarin, dan dengan kunjungan
Ir. MS. Joko Umar Said, MM. ke desa Beringin, Petani, Kelompok Tani, Gapoktan dan Penyuluh di beringin "BANGKIT"

Moto Kami:
"Semua Program Pertanian untuk Gapoktan, Gapoktan Untuk Desa dan bukan hanya No Action Talk Only"
semoga.

Label

CHAT BOX

ShoutMix chat widget
Add to Technorati Favorites